Kata ganti orang ketiga tunggal

Kata ganti orang ketiga tunggal – netral adalah yang paling aman untuk diucapkan demi menghindari kekonyolan dalam situasi di atas. Tapi sebenarnya adakah kata tersebut?

He/She
Sewaktu isu kesetaraan gender belum mengemuka, maka ‘he’ digunakan untuk mendeskripsikan kondisi tersebut. Ini bawaan dari middle ages. ‘He’ dianggap equal dengan ‘human’ (manusia), ‘man’ (manusia). ‘He’ dianggap mewakili manusia pada umumnya. Contoh ungkapan berikut ini

“All men are created equal.” (Thomas Jefferson pada Declaration of Independence, 1776)
“One small step for a man, one giant leap for mankind.” (Neil Armstrong, Apollo 11, 1969)

Lebih khusus lagi, ‘He’ ato ‘She’ digunakan untuk mewakili grup manusia yang identik dengan gendernya. Contoh:

A secretary should keep her temper in check. (secretary dianggap identik dengan female).
A janitor should respect and listen to his employers. (janitor diidentikkan dengan male).
Every plumber has his own tools. (plumber diidentikkan dengan male).

Sekarang ketika isu kesetaraan gender mengemuka, kata2 di atas jadi sensitif dan perlu diambil jalan tengahnya. Dalam dunia jurnalistik modern, hal2 seperti ini diusahkan untuk dihindari.

It
Ini satu2nya third person-singular, tapi tetap tidak tepat jika digunakan pada orang. Sewaktu saya pertama belajar bahasa Inggris, “It” benar2 ditanamkan ke otak oleh guru saya bahwa dia kata pengganti benda. Tidak pernah satu kali pun, saya pernah diajari ‘it’ untuk menunjuk orang. Seperti saya pernah tulis di sini, “it” merefer pada benda, obyek mati. Janin dalam kandungan yang belum diketahui kelaminnya, masih bisa menggunakan ‘it’. Selain daripada itu, penggunaan ‘it’ pada manusia dianggap merendahkan obyek, ofensif, dan melanggar HAM.

They dan One
‘They’ yang kita kenal adalah third person plural pronoun. Tapi, ‘they’ dianggap netral untuk digunakan sebagai singular. ‘One’ juga bisa digunakan, walaupun penggunaannya jarang saya dengar. Beberapa literatur di internet mengatakan hal tersebut. Saya sendiri lebih suka they.

Ne
Dr. Al Lippart, yang jelas bukan ahli bahasa, malah mengusulkan kata baru Ne. Boleh dibaca lebih lanjut di sini. Ternyata diamini juga oleh Roberta J Morris, praktisi hukum dan blogger, di sini. Anda yang seorang linguist boleh mengulas hal ini lebih lanjut dan sharing di kolom komentar.

This entry was posted in education. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s